Pages

Sabtu, 02 Juni 2012

Aset Berharga


Aset Berharga
Semoga informasi ini dapat membuka pandangan dan diri kita untuk lebih optimis lagi. Sadarkah kita bahwa Allah menciptakan manusia dengan penciptaan yang dasyat? Data berikut barangkali akan mengingatkan kita tentang asset yang sangat berharga dan ada dalam diri setiap manusia.
Ø  Dalam tubuh manusia terdapat 1 triliun sel.
Ø  Dalam 1 sel terdapat 23 pasang kromosom.
Ø  Dalam 1 kromosom terdapat 3 milyar DNA.
Ø  DNA manusia disusun oleh 4 alfabet yaitu A, T, C dan G ( Adenin, Timin, Guanin, Citosin).
Ø  Kalau susunan alphabet manusia disusun, panjangnya tidak kurang dari 600 kali jarak bumi matahari.
Hasil penenemuan Prof. Isaac Asimov dalam The Brain mengajarkan kepada kita:
Mengapa kita tidak menjadi pelajar yang lebih baik, padahal kita memiliki 200 miliar sel otak?
Ø  Mengapa kita tidak lebih baik dalam mengingat, padahal otak kita dapat menggunakan sekitar 100 miliar bit informasi ( sama dengan 500 ensiklopedia ) ?
Ø  Mengapa kita tidak menjadi pemikir yang lebih cepat, padahal pikiran kita bergerak dengan kecepatan lebih dari 300 mil per jam ( lebih cepat dari kereta tercepat )?
Ø  Mengapa kita tidak lebih baik dalam memahami, padahal otak kita memiliki lebih dari 100 triliun hubungan yang mungkin ( sehingga computer yang paling canggih sekalipun kalah) ?
Ø  Mengapa kita tidak lebih kreatif, padahal rata-rata kita mempunyai 4 ribu pikiran setiap 24 jam?
Tentang kemampuan otak dan daya fisik, kita akan sangat takjub dengan kenyataan seperti ini ada dalam diri kita.
Ø  Jantung walau tanpa disadari mampu berdenyut 100.000 kali per hari.
Ø  Jantung mampu memompa 25.000 liter darah setiap hari melalui pembuluh darah.
Ø  Mata kita memungkinkan untuk membedakan lebih dari 10 juta warna.
Ø  Apabila keseluruhan otak disalurkan kearah yang sama, ia akan menghasilkan kekuatan otot sebesar 25 ton daya tarik.
Ø  Dan kesemuanya itu diperintahkan dan dikoordinasikan oleh segumpal otak yang beratnya hanya 1,5 kilogram.
Luar Biasa, Bukan?
Jika demikian, mengapa kita tidak bersyukur atas segala kenikmatan yang mahahebat itu dengan mengoptimalkan dan memanfaatkannya untuk berbuat lebih banyak kebaikan lagi.
Apabila jika kita menyadari bahwa begitu banyak orang-orang yang memiliki berbagai kekurangan dalam dirinya, tetapi tetap mampu menjawab tantangan kehidupan dengan meraih kesuksesan yang spektakuler.
Saat ini kita sudah mengetahui bagaimana menilai potensi diri sendiri. Hal yang harus diingat mengenai potensi kita adalah kekuatan untuk meraih kesuksesan.
Jadi, mulailah menggali potensi dalam diri dan kenali diri sendiri lebih dalam lagi. Jangan hanya mengeluh dengan kekurangan yang kita miliki tapi mulai merubah pandangan itu dengan melihat apa yang sudah diberikan oleh Allah kepada kita.

Rabu, 23 Mei 2012

Pemarah Tidak Dapat Surga



Sekali lagi saya ingin berbagi apa yang pernah saya baca kali ini judulnya adalah pemarah tidak dapat surge menurut saya cukup menarik. Semoga bisa bermanfaat untuk pembaca terutama untuk saya sendiri. Bagaimanakah cara memancing kepiting? Ya, dengan menggunakan sebatang bambu. Selain bambu, kita memerlukan tali untuk mengikatkan batu kecil pada satu ujung bambu, dan mengikat ujung satunya lagi.
Kemudian, ayunkanlah bambu agar batu pada ujung tali terayun menuju kepiting yang diincar. Ganggulah kepiting itu dengan batu, menyentak dan nyentak, agar kepiting itu marah, dan jika cara itu berhasil, kepiting akan ‘menggigit’ tali atau batu tersebut dengan marah. Capitnya akan mencengkram batu atau tali dengan kuat sehingga dengan leluasa kita dapat mengangkat bambu yang ujungnya terdapat seekor kepiting yang sedang marah tadi.
Setelah itu tinggal kita kita masukkan kedalam panic dan seterusnya kepiting itu pun berakhir sebagai hidangan yang lezat di atas meja makan kita. Kepiting itu menjadi korban karena kemarahannya.
Kita sering melihat banyak orang jatuh dalam kesulitan, menghadapi masalah, kehilangan peluang, kehilangan jabatan, bahkan kehilangan segalanya karena marah.
Jika kita menjadi seorang pemarah, kita akan kehilangan energi dengan sia-sia. Mungkin bisa berakhir seperti cerita kepiting di atas berakhir sebagai korban santapan lezat. Sebaliknya, jika kita bisa menahan marah, kita akan selamat.
Menurut Sayidina Ali, ada empat hal yang paling berat untuk dilakukan, yaitu:
Ø  Memaafkan ketika marah.
Ø  Bederma ketika pailit atau dalam keadaan sulit.
Ø  Menjaga diri dari dosa ketika dalam kesendirian.
Ø  Menyampaikan kebenaran kepada orang yang ditakuti atau diharapkan.
Ada kata-kata indah yang saya ambil dari bacaan ini yaitu, Pemberani bukan berarti brangasan. Pemberani adalah orang yang bisa menahan nafsu saat marah.
Memang, hati boleh panas, telinga boleh merah, kepala boleh keras. Tapi pikiran harus selalu tetap jernih. Pastikan agar akal pikiran tetap jernih dan ekspresikan kemarahan dalam bentuk yang sehat. Kendalikan diri dan jangan terbawa emosi.
Laa taghdhab, walakal jannah,” begitu hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya” Jangan marah, bagimu surga,”.
Diantara tanda keberanian seseorang adalah mereka yang dapat menahan amarahnya. Orang yang menuruti amarahnya akan terhina, tercela, dan jatuh wibawa, serta hancur kredibilitasnya. Kalaupun harus marah, itu pun karena hal yang sangat prinsip, misalnya karena pelecehan terhadap Tuhan, bukan karena pribadinyanya yang tersinggung.
Jadi, bila kita menghadapi gangguan, baik itu batu kecil atau batu besar, hadapilah dengan bijak, redam kemarahan sebisa mungkin, lakukan penunndaan dua atau tiga detik dengan menarik nafas panjang, kalau perlu pergi ke kamar kecil, cuci muka atau basuhlah tangan dengan air dingin, dan berwudhulah agar murka dan kita terlepas dari hal-hal yang bisa menghancurkan masa depan.


 

Blogger news

About