Pages

Sabtu, 03 Desember 2011

Tugas Soft Skill Ke 3 (Pasar dan Pemerintah Dalam Ekonomi Modern)

Pasar dan Pemerintah dalam Ekonomi Modern
Perekonomian pasar merupakan sistem perekonomian yang mengandalkan harga sebagai variabel yang menentukan keseimbangan ekonomi. Berbagai keputusan ekonomi untuk menentukan barang dan jasa apa yang akan dibuat (What), bagaimana menghasilkannya (How) dan siapa saja yang akan mengkonsumsi barang dan jasa tersebut (for Whom), ditentukan oleh mekanisme pasar dengan bimbingan tangan gaib (invisible hand).
Secara umum pasar didefinisikan sebagai suatu mekanisme di mana penjual dan pembeli dapat menentukan harga secara bersama-sama untuk melakukan pertukaran. Pasar menentukan harga tiap barang dan jasa dalam perekonomian. Pasar dapat dikategorikan ke dalam dua besar, yaitu pasar barang dan jasa serta pasar faktor. Pasar faktor merupakan tempat interaksi antara penjual faktor produksi (sektor rumah tangga) yang memiliki tanah, modal, keterampilan dan lainnya, dengan yang meminta faktor produksi yaitu pihak perusahaan.
Pasar yang terjadi dalam perekonomian merupakan akumulasi dari berbagai pasar barang dan jasa serta pasar faktor produksi. Banyaknya jenis barang/jasa tersebut akan menimbulkan diversifikasi pekerjaan. Selanjutnya, diversifikasi pekerjaan akan menghasilkan spesialisasi, yang akan mendorong timbulnya teknologi atau cara menghasilkan barang dan jasa dengan biaya yang serendah-rendahnya.
Dalam kenyataannya, tidak semua barang dan jasa bisa dihasilkan melalui mekanisme pasar dengan ‘tangan gaibnya’. Namun terjadi persaingan yang tidak sempurna, yang akhirnya menimbulkan inefisiensi, sehingga harga yang terjadi menjadi demikian mahal atau bahkan sebaliknya dimana barang dan jasa menjadi tidak berharga. Kegagalan sistem ekonomi pasar akan menghasilkan pengaruh yang dapat merugikan perekonomian itu sendiri. Di samping akan menimbulkan pemusatan faktor produksi pada satu pihak tertentu dan mengakibatkan ketimpangan dalam pendapatan.
Inefisiensi pasar ini memerlukan intervensi dari pemerintah. Pemerintah dalam aktivitasnya dalam perekonomian pasar dibatasi hanya pada beberapa kegiatan yang memang tidak bisa dilakukan oleh individu, seperti misalnya bidang keamanan dan pertahanan. Tetapi jika harus campur tangan dalam perekonomian dengan tujuan mengembalikan efisiensi, maka pemerintah melakukan regulasi atau membuat kebijakan-kebijakan yang berfungsi mengatur jalannya perekonomian agar tetap efisien. P.A. Samuelson mengatakan bahwa pemerintah mempunyai tiga fungsi perekonomian, yaitu:
1.      Mengoreksi kegagalan pasar demi efisiensi.
2.      Membuat program untuk melakukan pemerataan pendapatan dengan menggunakan instrumen pajak dan pengeluaran pemerintah.
3.      Membuat kebijakan fiskal dan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tangguh.


Pengertian biaya produksi

Menurut Riwayadi (2006:64), biaya produksi adalah biaya yang terjadi pada fungsi produksi, dimana fungsi produksi merupakan fungsi yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi. Menurut mulyadi (2000:18), biaya produksi membentuk harga pokok produksi, yang digunakan untuk menghitung harga pokok produk jadi dan harga pokok produk yang pada akhir periode akuntansi masih dalam proses. Secara garis besar, cara memproduksi produk dapat dibagi menjadi dua macam: produksi atas dasar pesanan, mengumpulkan harga pokok produksinya dengan menggunakan metode harga pokok pesanan (job order cost method) dan produksi massa, mengumpulkan harga pokok produksinya dengan menggunakan metode harga pokok proses (process cost method).

Pengendalian Biaya
Nasehatun (1999:214) mengatakan bahwa pengendalian biaya berarti serangkaian langkah-lankah mulai dari penyusunan satu rencana biaya sampai kepada tindakan yang perlu dilakukan jika terdapat perbedaan yang sudah ditetapkan (rencana) dengan yang sesungguhnya. Pengendalian biaya dapat dibagi dalam empat langkah, sebagai berikut:
1)    Mencari dasar-dasar dan menetapkan standar untuk biaya;
2)    Membandingkan antara biaya standar dengan biaya yang sesungguhnya;
3)    Mencari dan menentukan bagian organisasi perusahaan ataupun diluarnya yang bertanggung jawab atas adanya penyimpangan, dan
4)    Melakukan tindakan untuk mengurangi atau mengakhiri penyimpangan.
Pengendalian biaya yang efektif berarti pengendalian biaya dalam waktu yang sangat pendek, tetapi karena tidak dilakukan secara hati-hati dan cermat serta kurang melihat rangkaian jangka panjang bagi perusahaan, hasil dari penekanan biaya itu tidak lama. Pengendalian biaya mencakup satu pekerjaan bimbingan dan pengarahan atas unsur biaya dari barang yang dihasilkan. Pengendalian biaya pada satu tahap dalam prosesnya, akhirnya akan membandingkan antara biaya standar dengan biaya yang sesungguhnya.

Tabel 1 Perbandingan Antara Pengendalian Biaya Dan Penekanan Biaya
Pengendalian biaya
Penekanan biaya
1.            Mempertahankan biaya pada standar yang telah ada
1.            Mau menurunkan biaya dan mengusahakan penurunan
2.            Standar merupakan sasaran
2.            Standar masih diragukan
3.            Terbatas pada kegiatan-kegiatan yang ada standarnya
3.            Meliputi semua bagian perusahaan
4.            Mencoba mencapai biaya yang terendah menurut keadaan tertentu
4.            Tidak ada keadaan yang tetap, dan terus mencoba penurunan biaya
5.            Tanpa akhir
5.            Dapat berakhir
Sumber : Nasehatun ( 1999:215 )

Hal – Hal Yang Diperlukan Dalam Pengendalian Biaya
Menurut Nasehatun (1999:216), terdapat dua hal yang diperlukan dalam pengendalian biaya yaitu:
1.      Tempat pertanggungjawaban organisasi pada pembukuan
Tempat pertanggung jawaban itu dapat merupakan satu departemen, asal dipenuhi syarat pokoknya, yaitu ada orang yang bertanggung jawab. Tiap tempat pertanggung jawaban boleh dipecah-pecah lagi atas tempat biaya lebih kecil, dengan dipergunakannya cara ini, semua biaya baik standar maupun sesungguhnya dapat ditelusuri ke bagian organisasi yang paling kecil, dimana masih terdapat satu pertanggung jawaban. Kebutuhan penelusuran kebagian-bagian kecil organisasi itu digabungkan dengan sistem pembukuan yang berlaku, yaitu dengan menciptakan catatan atau bentuk laporan yang sesuai.

2.      Penggunaan biaya standar
a.       Biaya standar dan macam-macam standar
Biaya standar adalah biaya yang ditetapkan lebih dahulu setelah mempertimbangkan semua faktor yang menentukan dan setelah mengadakan penilaian atas hal-hal yang mungkin menyebabkan perubahan baik dalam jumlah maupun harga dari bahan-bahan, tenaga kerja dan jasa-jasa lain yang diperlukan.
Biaya ini merupakan sasaran dan digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi. Biaya standar berbeda dengan biaya yang ditaksir (estimated cost). Biaya standar menunjukkan biaya yang seharusnya, sedangkan yang ditaksir biasanya mengandung unsur cara perhitungan biaya yang baik.
Biaya standar biasanya digunakan untuk bahan langsung dan tenaga kerja langsung. Untuk biaya tidak langsung (biaya overhead), standar tidak disiapkan untuk satu satuan hasil produksi, tetapi untuk seluruh jumlah produksi yang meliputi jangka waktu tertentu.
Menurut Nasehatun (1999:218), terdapat tiga macam standar yaitu: (1) standar dasar, (2) standar teoritis, (3) standar yang dapat dicapai.
a)      Standar dasar
Standar ini adalah tetap,dan merupakan dasar dalam memperbandingkan antara biaya sesungguhnya selama beberapa tahun. Tujuan memperbandingkan untuk melihat trend. Standar ini jarang dipergunakan.
b)      Standar teoritis
Standar teoritis ini adalah standar efisiensi yang maksimum. Dengan menggunakan standar ini, akan diketahui biaya minimum yang bisa dicapai, dalam pengertian teknis yang paling ketat.
c)      Standar yang dapat dicapai
Standar ini adalah standar yang dapat dicapai dalam keadaan kerja yang sesungguhnya. Standar ini diadakan berdasarkan kemampuan perusahaan sekarang, atas dasar tingkat prestasi yang mau dicapai oleh pimpinan perusahaan. Tiga penyimpanan negatif atas standar ini berarti ketidak efisienan, kecuali ada faktor-faktor diluar kekuasaan perusahaan.
b.      Menetapkan standar
Ada tiga langkah dalam menetapkan standar, yaitu sebagai berikut:
a)      mempelajari dan menetapkan spesifikasi dan metode produksi. Yang dipergunakan adalah metode yang paling efisien. Dengan mempelajari metode itu, akan ditemukan standar yang diperlukan baik tentang bahan, cara pengerjaan dan tenaga yang diperlukan.
b)      penetapan harga bahan dan upah buruh langsung.
c)      penetapan biaya standar, yaitu jumlah standar di kalikan dengan harga standar.
c.       Analisis penyimpangan dan tindakan perbaikan
Yang dimaksud dengan penynimpangan adalah perbedaan antara biaya standar dan biaya yang sesungguhnya, bisa positif ataupun negatif. Ada tiga macam penyimpangan yang dapat terjadi yaitu:
a)      Penyimpangan dalam jumlah dan harga bahan;
b)      Penyimpangan dalam jumlah dan tingkat upah; dan
c)      Penyimpangan dalam biaya overhead.


Sumber:

Kamis, 03 November 2011

Tugas Soft Skill ke 2 (Pasar Persaingan Sempurna dan Pasar Persaingan Tidak Sempurna


1. Struktur Pasar
Struktur pasar adalah berbagai hal yang dapat memengaruhi tingkah laku dan kinerja perusahaan dalam pasar, seperti jumlah perusahaan, skala produksi, dan jenis produksi. Struktur pasar yang kompetitif adalah struktur pasar dimana perusahaan-perusahaan yang ada di dalamnya sama sekai pasar. Semakin lemah kemampuan perusahaan-perusahaan tersebut, semakin kompetitif struktur pasarnya.
Struktur pasar di suatu Negara dapat bergerak mulai dari struktur pasar persaingan sempurna sampai dengan monopoli. Perhatikan peraga di bawah ini. Masing-masing pasar yang membentuk spectrum struktur pasar seperti diperhatikan dalam peraga di bawah ini mempunyai cirri khas tersendiri. Untuk mengetahui lebih jauh tentang ciri khas masing-masing pasar tersebut, mari kita liat uraian berikut ini!


Pasar persaingan tidak sempurna



Pasar persaingan          Persaingan   Monopolistic    Oligopoly    Duopoli   Monopoli
sempurna





Jumlah dan ukuran perusahaan yang memproduksi sebuah komoditas akan bervariasi dari industry satu ke industry lainnya. Struktur pasar persaingan sempurna ke pasar monopoli. Di dunia nyata, sebagian besar perusahaan berada di sepanjang rentang pasar persaingan tidak sempurna. Struktur pasar akan memengaruhi pembentukan harga dan kuantitas komoditas yang ditawarkan pasar.




2. Pasar Persaingan Tidak Sempurna
Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar atau industri yang terdiri dari produsen-produsen yang mempunyai kekuatan pasar atau mampu mengendalikan harga output di pasar. Terdapat tiga model umum di pasar persaingan tidak sempurna, yaitu pasar monopoli, pasar persaingan monopolistik dan oligopoli.
1. Pasar monopoli
Ciri-ciri pasar monopoli:
-Terdapat satu penjual
-Harga ditentukan penjual (monopoli)
-Perusahaan lain sulit memasuki pasar
-Konsumen tidak bisa pindah walau rugi
-Bisa menimbulkan ketidakadilan/kerugian bagi masyarakat
2. Pasar monopolistik
Ciri-ciri pasar monopolistic:
-Jumlah penjual banyak tapi tidak sebanyak pada pasar persaingan sempurna
-Barang yang dijual berbeda corak
-Penjual/produsen harus aktif beriklan
-Perusahaan baru lebih mudah masuk pasar
-Mempunyai kekuasaan mempengaruhi harga
3. Pasar monopsoni
Ciri-ciri pasar monopsoni:
-Hanya ada satu pembeli
-Pembeli bukan konsumen tapi pedagang/produsen
-Barang yang dijual merupakan bahan mentah
-Harga sangat ditentukan pembeli
4. Pasar oligopoli
Ciri-ciri pasar oligopoly:
-Terdapat beberapa penjual
-Barang yang dijual homogen atau beda corak
-Sulit dimasuki perusahaan baru
-Membutuhkan peran iklan
-Terdapat satu market leader (pemimpin pasar)
-Harga jual tidak mudah berubah
5. Pasar oligopsoni
Ciri-ciri pasar oligopsoni:
-Terdapat beberapa pembeli
-Pembeli bukan konsumen tapi pedagang/produsen
-Barang yang dijual merupakan bahan mentah
-Harga cenderung stabil

3. Pasar Monopoli
a. Pengetian pasar monopoli
            Dari segi bahasa, kata monopoli berasal dari kata mono yang artinya satu dan poli yang berarti penjual. Dengan demikian, pasar monopoli didefinisikan sebagai suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar, dan perusahaan ini tidak mempunyai barang pengganti (subtitusi) yang sangat dekat. Hal ini merupakan kebalikan dari pasar persaingan sempurna, di mana perusahaan monopoli dapat menentukan harga secara utuh tanpa adanya persaingan dengan perusahaan lainnya.
            Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikkan harga dengan cara mengurangi jumlah produknya. Namun, walaupun demikian ketika berhadapan dengan banyaknya pembeli, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau mengganti produk tersebut dengan barang subtitusi.
b. ciri-ciri pasar monopoli
            Ada beberapa cirri dan sifat dasar dari pasar monopoli, yaitu:
1)    Hanya ada satu orang penjual.
2)    Terdapat banyak pembeli
3)    Produk untuk  paar monopoli tidak mempunyai barang pengganti (subtitusi) yang dekat.
4)    Adanya hambatan untuk masuk ke dalam pasar.
            Secara langsung atau tidak langsung, perusahaan-prusahaan yang mempunyai kesempatan untuk monopoli suatu pasar, akan berusaha membuat hambatan/batasan untuk menyulitkan pendatang baru masuk ke pasar. Hambatan-hambatan ini akan menempatkan pendatang baru pada kondisi persaingan yang tidak menguntungkandalam harga dan biaya dengan perusahaan monopoli yang mapan. Di antara hambatan-hambatan tersebut adalah sebagai berikut.
Ø  Penetapan harga serendah mungkin. Dalam menghadapi para pendatang baru, perusahaan yang monopoli akan menetapkan tingkat harga yang membuat perusahaan baru tidak akan mampu bersaing pada harga tersebut, karena mereka pada kondisi baru berproduksi, efektivitas dan efisiensi produksi tidak akan langsung dinikmati oleh perusahaan baru tersebut.
Ø  Adanya kepemilikan terhadap hak paten atau hak cipta dan hak ekslusif, yang biasanya diproleh melalui peraturan pemerintah. Tanpa kepemilikan terhadap hak ini, tidak akan ada perusahaan yang bisa masuk kedalam industry tersebut. Misalnya perusahaan Microsoft, yang memegang hak paten terhadap industry software computer.
Ø  Pengawasan yang ketat terhadap agen pemasan dan distribusi, sehingga akan menyulitkan pendatang untuk menyentuh konsumen dari perusahaan yang memonopoli.
Ø  Adanya skala ekonomis yang sangat besar, yaitu jika perusahaan mempunyai skala produksi yang sangat besar sehingga produksinya menjadi sangat efisien.
Ø  Memiliki sumber daya yang unik, misalnya PT Freeport di Papua yang mengeksplorasi tembaga. Perusahaan ini memiliki sumber daya manusia, teknologi, dan pengalaman yang sangat sulit dimiliki perusahaan lain.
c. Penyebab timbulnya pasar monopoli
Pasar monopoli terjadi oleh hal-hal berikut ini:
·         Ditetapkan oleh undang-undang. Atas dasar beberapa pertimbangan, pemerintahan dapat meberikan hak pada suatu perusahaan untuk menjual suatu produk tertentu. Contohnya PT Pos Indonesia yang di beri hak monopoli oleh pemerintah untuk menjual benda-benda pos dan sejenisnya.
·         Penggabungan dari berbagai perushaan untuk menghimpun modal jumlah yang besar untuk memproduksi suatu barang dengan teknologi canggih. Karena membutuhkan modal yang besar dan teknologi canggih, maka tidak mudah bagi produsen baru untuk masuk sehingga terjadi monopoli.
·         Adanya hasil cipta atau karya seseorang yang di berikan kepada suatu perusahaan untuk diproduksi.
Contohnya seperti microsoft windows, perusahaan listrik negara (pln), perusahaan kereta api (perumka), dan lain sebagainya. Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik atau disingkat Perum Bulog adalah sebuah lembaga pangan di Indonesia yang mengurusi tata niaga beras. Bulog dibentuk pada tanggal 10 Mei 1967 berdasarkan Keputusan Presidium Kabinet Nomor 114/Kep/1967. Sejak tahun 2003, status Bulog menjadi BUMN.


4. Pasar Persaingan Sempurna
1. Pengertian Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna adalah suatu keadaan di mana penjual dan pembeli tidak dapat memengaruhi harga, sehingga harga di pasar benar-benar merupakan hasil interaksi antara permintaan dan penawaran.
Pasar persaingan sempurna hasrus menggambarkan suatu keadaan, dimana penjul dan pembeli tidak dapat memengaruhi harga, sehingga harga di pasar benar-benar merupakan hasil interaksi antara permintaan dan penawaran. Dengan kata lain, harga yang terbentuk adalah cerminan keinginan konsumen dan produsen. Permintaan mencerminkan keinginan konsumen, dan penawaran merupakan cerminan keinginan produsen atau penjual.
2. Ciri- Ciri Pasar Persaingan Sempurna
1.    Pada pasar persaingan sempurna terdapat banyak pembeli, namun mereka tidak mampu memengaruhi harga. Harga di pasar ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran. Berapa pun jumlah barang yang di beli konsumen, tidak akan berpengaruh terhadap harga. Di sini, pembeli dikatakan sebgai pengikut harga (price-taker).
2.    Dalam pasar persaingan sempurna terdapat banyak penjual. Seperti halnya pembeli, penjual di pasar persaingan sempurna juga tidak mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi harga. Biasnya penjual merupakan perusahaan-perusahaan kecil. Penjual yang menjual barangnya di bawah harga pasar akan menderita kerugian, sementara apabila ia menjual diatas harga pasar, tidak akan ada konsumen yang membeli.
3.    Barang dan jasa yang dijual bersifat homogenya dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terliahat identik. Sehingga konsumen tidak dapat membedakan ia membeli suatu barang dari produsen A, produsen B atau C.
4.    Adanya kebebasan untuk keluar dan masuk dari pasar persaingan sempurna.
5.    Setiap pihak dapat mengetahui keadaan pasar dengan mudah (perfect information).
6.    Adanya kebebasan untuk mengambil keputusan. Tidak ada kekuatan luar yang bisa memengaruhi keputusan yang diambil oleh penjual dan pembeli, termasuk dalam hal ini pemerintah.
Contoh adalah seperti pasar beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain. Sifat-sifat pasar persaingan sempurna:
- Jumlah penjual dan pembeli banyak
- Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
- Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
- Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply)
- Posisi tawar konsumen kuat
- Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
- Sensitif terhadap perubahan harga
- Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar
 5. Pasar internasional
Pasar internasional atau pasar dunia adalah permintaan dan penawaran berbagai produk dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara untuk dipasarkan ke negara lain.
Contoh: Indonesia menghasilkan rempah-rempah, minyak, ukir- ukiran dan banyak ditawarkan ke negara lain. Sebaliknya Indonesia banyak membeli barang elektronik dan mesin-mesin untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

Sumber: Buku Panduan Ekonomi yang di susun oleh Drs. Alam S., MM

 

Blogger news

About