Pages

Sabtu, 23 Juni 2012

Pengalaman Pribadi


 Tafakur Alam
Yang Tak Terlupakan

Ini cerita tentang tim mentoring yang terdiri dari 4 pemuda yaitu ketua tentor Ka Andri, dan anak didiknya yaitu saya sendiri Sulistyo, Dihans dan Hary. Pada awalnya tim mentor ini anggotanya bisa dibilang cukup banyak namun berjalannya waktu seperti halnya batu yang diterjang air ombak setiap waktunya akhirnya terkikis sedikit demi sedikit hingga saat ini yang aktif tinggal 4 orang dan Insya Allah sapai kapun pun tetap istiqomah.
Tapi kali ini saya ingin lebih bercerita tentang salah satu perjalanan yang pernah saya lakukan bersama mereka yaitu tafakur alam ke puncak dengan uang pas-pasan. Ya ini berawal keinginan dari kami siswa yang jenuh dan lelah terhadap aktifitas di sekolah dan sangat ingin reflesing dan ingin mencari suasana baru. Namun keinginan yang besar ini tidak berbanding lurus dengan keuangan yang kami miliki. Tahu sendiri saat itu kami adalah 3 pemuda SMA yang berjiwa muda dengan banyak keinginan, bergaya selangit, namun moto “kanker” yaitu kantong kering yaa walapun sampai d bangku kuliah ini masih sama malah lebih parah mungkin yaitu pemuda yang pas-pasan terutama pada muka hehehe tapi sudah cukup meratapinya… Dan ketua tentor kami yang bernama Ka Andri saat itu masih kuliah di IPB tingkat akhir namun masih mau menyempatkan mengajari dan membimbing kami tentang ilmu Agama Islam.
Singkat cerita kami berkonsultasi kepada Ka Andri lalu Ka Andri mengusulkan kepada kami jalan-jalan namun tetap ada nilai agama didalamnya jadi akhirnya kami memutuskan bertafakur ke puncak. Perjalanan dimulai sepulang sekolah dan start di Stasiun Lenteng Agung sebelum sekitar pukul 11.00, kami membeli tiket jurusan Bogor. Sampai di stasiun Bogor tepat masuk waktu salat Jum’at. Setelah melakukan salat Jum’at kami langsung mencari makanan untuk makan siang. Sampai sini semua masih aman terkendali dan semua masih semangat ’45.setelah makan itulah kami baru menyadari bahwa uang yang kami miliki tidak cukup bila naik angkot. Kesedihan pun dimulai dari sini, kenapa??? Karena dari sini kami memutuskan untuk berjalan kaki sekitar 10 Km kearah puncak. Bila saya ceritakan secara mendetail setiap detik dan menitnya perjalanan ini sangat nelongso (klo kata orang jawa mah) panas + lelah semua campur baur jadi satu hehehe
Namun anehnya kami tetap semangat dan selalu ada canda tawa di setiap langkah yang kami tempuh ini. Ya itulah kami selalu tertawa dan menikmati semua dengan kepolosan. Karena canda dan tawa itulah mungkin yang membuat kami tetap semangat berjalan ini. Tanpa terasa pun 10 Km pun terlewati, lalu kami menyarter angkot menuju masjid di atas puncak. Di sini pun ada hal lucu yang kami alami angkot yang kami sewa bersopirkan anak muda yang gaul dan angkotnya di penuhi sounds speker di dalamnya. Perjalanan menuju puncak ini diisi dengan musik-musik dari dalam angkot dan satu hal lagi yang tak akan terlupakan adalah cara mengemudi sopirnya yang selalu ngebut dari awal sampai akhir tujuan. Sehingga didalam angkot kami tidak dapat beristirahat nahh yang ada kami deg-deg kan sepanjang perjalanan hehehe
Tidak beberapa pun kami sampai di tujuan yaitu masjid puncak. Di sini kami tidak sempat mandi karena sudah sore dan suhunya sangat dingin. Malam pun tiba setelah melakuan salat maghrib sambil menunggu salat isya kami mengisinya dengan berkeliling masjid dan setelah salat isya kami langsung makan malam. Tak akan saya lupakan makan malam saat itu kenapa bukan karena suasananya yang dingin namun yang bikin tak terlupakan adalah kami makan nasi goreng terasa sangat enak karena kami sangat kelaparan namun sangat sedikit nasinya + mahal hehehe
Malam yang dingin pun menyelimuti kami ditambah angin yang berhembus sempriwing menambah suasa menggigil badan kami. Masalah plus kelucuan selanjutnya pun tiba yaitu ternyata tidak diperbolehkan tidur di dalam masjid. Jadi kami harus tidur di teras masjid dan tidak beralaskan apa pun dan sangat-sangat dingin rasanya. Karena kami tidak tahan dengan kedinginan itu kami harus kucing-kucing dengan satpam masjid tuk tidur namun tetap gagal rencana kami itu. Lalu akal pun terus berpikir untuk mengurangi rasa dingin ini akhirnya pun kami bersama-sama mengambil tiker masjid tuk menyelimuti kami. Akhirnya kami pun bisa tidur dengan nyenyak.
Subuh pun datang membangunkan kami, kami langsung melaksanakan keajiban kami yaitu salat subuh berjamaah. Setelah salat kami menikmati susana pagi dan udara yang sejuk di sekitar masjid sambil berjalan-jalan. Kami pun pergi ke tempat para layang untuk menikmati matahari terbit. Disinilah kami merasakan kebesaran Allah swt yang sangat indah kami rasakan seketika saat melihat matahari menyinari permukaan bumi. Rasa syukur teramat sangat menyelimuti diri kami saat itu. Semua kerja keras dan pengorbanan ketika menuju puncak semua terbayarkan seketika.

P
elajaran yang saya dapat dari pengalaman tafakur ini adalah  syukuri atas semua yang telah diberikan Allah kepada kita karena tidak ada kenikmatan lain yang bisa menandingi kenimatan yang diberikan-Nya dan saat kita bekerja dibidang apa pun itu lakukanlah dengan maksimal, ikhlas dan jangan banyak mengeluh Insya Allah akan ada hal baik yang akan menanti kita nantinya.




Kamis, 21 Juni 2012

INFLASI


Inflasi merupakan Kecenderungan naiknya harga barang-barang secara umum dan terjadi secara terus menerus. Kenaikan harga satu atau beberapa barang tidak dapat dikatakan bahwa terjadi inflasi. Selain itu, apabila kenaikan harga barang terjadi secara temporer, seperti menjelang hari raya misalnya, maka hal itu tidak dapat dikatakan sebagai inflasi. Dengan naiknya harga barang-barang di satu sisi, hal itu mengandung arti terjadinya penurunan nilai uang di sisi lain.
Dan dalam ilmu ekonomiinflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukkan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Dan berikut ini akan di jelaskan secara terperinci semuanya dari peyebab sampai peran bank sentral terhadap inflasi:

Ø  Penyebab
Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/uang/alat tukar) dan yang kedua adalah desakan(tekanan) produksi dan/atau distribusi (kurangnya produksi (product or service) dan/atau juga termasuk kurangnya distribusi). Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh Pemerintah (Government) seperti fiskal (perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif), kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasi, dll.
Berdasar sebab terjadinya:
Demand Inflation, yaitu inflasi yang timbul karena desakan permintaan masyarakat akan barang dan jasa begitu kuat. Inflasi ini muncul karena naiknya tingkat pendapatan masyarakat, sehingga masyarakat cenderung membeli barang dan jasa lebih banyak dari yang biasa mereka gunakan. Misalnya seseorang yang biasa mengkonsumsi susu satu gelas sehari, karena pendapatnya meningkat, maka konsumsi susunya juga meningkat menjadi 3 gelas sehari. Dengan meningkatnya konsumsi atau pembelian, akan mendorong naiknya harga barang-barang.
Cost atau Cost-push Inflation, yaitu inflasi yang disebabkan karena naiknya biaya produksi. Misalnya terjadi kenaikan bahan bakar atau tuntutan buruh akan kenaikan upah, dimana kedua hal itu merupakan bagian dari biaya produksi, maka perusahaan pun akan menaikkan harga jual barang dan jasanya.

Berdasar asal-usul terjadinya:
·         Domestic inflation, yaitu inflasi yang berasal atau bersumber dari dalam negeri;
Misalnya pemerintah mengalami defisit anggaran belanja kemudian pemerintah mencetak uang baru, sehingga jumlah uang beredar bertambah. Keadaan ini akan mendorong tingkat konsumsi masyarakat, bila penawaran barang tetap, maka hal ini akan mendorong kenaikan harga barang-barang.
·         Imported inflation, yaitu inflasi yang berasal dari luar negeri.
Sebagai contoh adalah negara kita, dimana negara kita masih banyak mengimpor bahan baku dan barang modal lainnya. Apabila harga barang-barang yang diimpor itu naik, maka biaya produksi juga meningkat, yang akhirnya akan menaikkan harga jual barang dan jasa.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi disuatu negara diantarnya:
Dari sudut pandang ekonomi, pada prinsipnya inflasi itu terjadi karena tidak adanya keserasian antara laju pertambahan uang dan tingkat pertumbuhan barang dan jasa. Apabila jumlah uang beredar meningkat, sedangkan produksi barang dan jasa tetap, maka hal ini cenderung akan mendorong terjadinya inflasi. Namun demikian, dari uraian tentang jenis-jenis inflasi dapat diidentifikasikan faktor-faktor penyebab terjadinya inflasi, yaitu antara lain :
·         Naiknya permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa
·         Kenaikan biaya produksi
·         Defisit anggaran belanja (APBN)
·         Menurunnya nilai tukar rupiah

Ø  Langkah Pemerintah Kendalikan Inflasi
1. Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter dapat dilakukan melalui instrument-instrumen berikut:

• Politik diskoto (Politik uang ketat): bank menaikkan suku bunga sehingga jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.
• Politik pasar terbuka: bank sentral menjual obligasi atau surat berharga ke pasar modal untuk menyerap uang dari masyarakat dan dengan menjual surat berharga bank sentral dapat menekan perkembangan jumlah uang beredar sehingga jumlah uang beredar dapat dikurangi dan laju inflasi dapat lebih rendah.
• Peningkatan cash ratio: Menaikkan cadangan uang kas yang ada di bank sehingga jumlah uang bank yang dapat dipinjamkan kepada debitur/masyarakat menjadi berkurang. Hal ini berarti dapat mengurangi jumlah uang yang beredar.

2. Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal dapat dilakukan melalui instrument berikut:
• Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Pemerintah tidak menambah pengeluarannya agar anggaran tidak defisit.
• Menaikkan pajak. Dengan menaikkan pajak, konsumen akan mengurangi jumlah konsumsinya karena sebagian pendapatannya untuk membayar pajak.

3. Kebijakan Non Moneter
Kebijakan non moneter dapat dilakukan melalui instrument berikut:
• Mendorong agar pengusaha menaikkan hasil produksinya.
• Menekan tingkat upah.
• Pemerintah melakukan pengawasan harga dan sekaligus menetapkan harga maksimal.
• Pemerintah melakukan distribusi secara langsung.
• Penanggulangan inflasi yang sangat parah (hyper inflation) ditempuh dengan cara melakukan sneering (pemotongan nilai mata uang). Senering ini pernah dilakukan oleh pemerintah pada tahun 1960-an pada saat inflasi mencapai 650%. Pemerintah memotong nilai mata uang pecahan Rp. 1.000,00 menjadi Rp. 1,00.
• Kebijakan yang berkaitan dengan output. Kenaikan output dapat memperkecil laju inflasi. Kenaikan jumlah output ini dapat dicapai misalnya dengan kebijakan penurunan bea masuk sehingga impor barang cenderung meningkat. Bertambahnya jumlah barang di dalam negeri cenderung menurunkan harga.
• Kebijakan penentuan harga dan indexing. Ini dilakukan dengan penentuan ceiling price.
 

4. Kebijakan Sektor Riil
Kebijakan sektor riil dapat dilakukan melalui instrument berikut:
• Pemerintah menstimulus bank untuk memberikan kredit lebih spesifik kepada UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Contohnya bank BRI mencanangkan tahun ini sebagai Microyear.
• Menekan arus barang impor dengan cara menaikkan pajak.
• Menstimulus masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri.

Ø  Penggolongan
Berdasarkan asalnya, inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu inflasi yang berasal dari dalam negeri dan inflasi yang berasal dari luar negeri. Inflasi berasal dari dalam negeri misalnya terjadi akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal. Sementara itu, inflasi dari luar negeri adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang.
Inflasi juga dapat dibagi berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga. Jika kenaikan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu, inflasi itu disebut inflasi tertutup (Closed Inflation). Namun, apabila kenaikan harga terjadi pada semua barang secara umum, maka inflasi itu disebut sebagai inflasi terbuka (Open Inflation). Sedangkan apabila serangan inflasi demikian hebatnya sehingga setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali (Hiperinflasi).
Berdasarkan keparahannya inflasi juga dapat dibedakan :
Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun)
Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)

Ø  Mengukur Inflasi
Inflasi diukur dengan menghitung perubahan tingkat persentase perubahan sebuah indeks harga. Indeks harga tersebut di antaranya:
Indeks harga konsumen (IHK) atau consumer price index (CPI), adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang tertentu yang dibeli oleh konsumen.
Indeks biaya hidup atau cost-of-living index (COLI).
Indeks harga produsen adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang-barang yang dibutuhkan produsen untuk melakukan proses produksi. IHP sering digunakan untuk meramalkan tingkat IHK di masa depan karena perubahan harga bahan baku meningkatkan biaya produksi, yang kemudian akan meningkatkan harga barang-barang konsumsi.
Indeks harga komoditas adalah indeks yang mengukur harga dari komoditas-komoditas tertentu.
Deflator PDB menunjukkan besarnya perubahan harga dari semua barang baru, barang produksi lokal, barang jadi, dan jasa.

Ø  Dampak
Pekerja dengan gaji tetap sangat dirugikan dengan adanya Inflasi. Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif- tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.
Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990, uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun di tahun 2003 -atau tiga belas tahun kemudian, daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebaliknya, orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkan keuntungan, seperti misalnya pengusaha, tidak dirugikan dengan adanya inflasi. Begitu juga halnya dengan pegawai yang bekerja di perusahaan dengan gaji mengikuti tingkat inflasi.
Inflasi juga menyebabkan orang enggan untuk menabung karena nilai mata uang semakin menurun. Memang, tabungan menghasilkan bunga, namun jika tingkat inflasi di atas bunga, nilai uang tetap saja menurun. Bila orang enggan menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang. Karena, untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat.
Bagi orang yang meminjam uang dari bank (debitur), inflasi menguntungkan, karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur, nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya, kreditur atau pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.
Bagi produsen, inflasi dapat menguntungkan bila pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi. Bila hal ini terjadi, produsen akan terdorong untuk melipatgandakan produksinya (biasanya terjadi pada pengusaha besar). Namun, bila inflasi menyebabkan naiknya biaya produksi hingga pada akhirnya merugikan produsen, maka produsen enggan untuk meneruskan produksinya. Produsen bisa menghentikan produksinya untuk sementara waktu. Bahkan, bila tidak sanggup mengikuti laju inflasi, usaha produsen tersebut mungkin akan bangkrut (biasanya terjadi pada pengusaha kecil).
Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Ø  Peran Bank Sentral
Bank sentral memainkan peranan penting dalam mengendalikan inflasi. Bank sentral suatu negara pada umumnya berusaha mengendalikan tingkat inflasi pada tingkat yang wajar. Beberapa bank sentral bahkan memiliki kewenangan yang independen dalam artian bahwa kebijakannya tidak boleh diintervensi oleh pihak di luar bank sentral -termasuk pemerintah. Hal ini disebabkan karena sejumlah studi menunjukkan bahwa bank sentral yang kurang independen -- salah satunya disebabkan intervensi pemerintah yang bertujuan menggunakan kebijakan moneter untuk mendorong perekonomian -- akan mendorong tingkat inflasi yang lebih tinggi.
Bank sentral umumnya mengandalkan jumlah uang beredar dan/atau tingkat suku bunga sebagai instrumen dalam mengendalikan harga. Selain itu, bank sentral juga berkewajiban mengendalikan tingkat nilai tukar mata uang domestik. Hal ini disebabkan karena nilai sebuah mata uang dapat bersifat internal (dicerminkan oleh tingkat inflasi) maupun eksternal (kurs). Saat ini pola inflation targeting banyak diterapkan oleh bank sentral di seluruh dunia, termasuk oleh Bank Indonesia.



LAPORAN INFLASI (Indeks Harga Konsumen)
Berdasarkan perhitungan inflasi tahunan
Saya akan memberikan info inflasi yang telah terjadi di Indonesia pada tahun 2012. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca
Bulan Tahun
Tingkat Inflasi
Mei 2012
4.45 %
April 2012
4.50 %
Maret 2012
3.97 %
Februari 2012
3.56 %
Januari 2012
3.65 %
Desember 2011
3.79 %
November 2011
4.15 %
Oktober 2011
4.42 %
September 2011
4.61 %
Agustus 2011
4.79 %
Juli 2011
4.61 %
Juni 2011
5.54 %
Mei 2011
5.98 %
April 2011
6.16 %
Maret 2011
6.65 %
Februari 2011
6.84 %
Januari 2011
7.02 %
Desember 2010
6.96 %
November 2010
6.33 %
Oktober 2010
5.67 %

www.bi.go.id › Home  Moneter  Inflasi


 

Blogger news

About